Meningkatkan Kegemaran Baca Anak di Era Digital

Jakarta - Memang bukan terobosan baru di era digital ini dalam membuat platform dan aplikasi bacaan. Sebut saja Kindle dari Amazon yang berisi jutaan buku dengan berbagai bahasa dari seluruh dunia. Namun, Mayumi Haryoto dan Aisha Habir membuat gagasan yang menarik dengan merilis sebuah platform bacaan khusus anak yang berbahasa Indonesia.

"PiBo merupakan singkatan dari Picture Book. Dengan adanya platform buku bacaan anak berbahasa Indonesia, saya berharap PiBo bisa menjadi smart alternative bagi orang tua. Khususnya untuk mengarahkan anak-anaknya dalam memperoleh konten yang bersifat edukatif dari gadget y


Yang membedakan PiBo dengan online bookstore yang lain adalah PiBo memang spesifik untuk anak. Di bookstore lain masih ada buku dewasa, sedangkan bagian anak-anaknya lebih general. Padahal seharusnya buku anak bisa dipilah lagi karena bacaan umur 3 dan 8 tahun itu berbeda. Benar kan, Bun?

Selain itu, PiBo menyediakan buku dengan beragam tema dan sesuai dengan kelompok umur. Buku bacaannya juga memiliki harga yang terjangkau, bahkan ada yang gratis!

Ide ini berawal dari Mayumi pengamatannya di illustrator agency tempat ia bekerja dan industri yang berkembang di luar negeri. Menurutnya, industri kreatif di luar negeri, khususnya bagian ilustrasi, buku bacaan anak memang paling banyak minatnya.

"Ilustrasi di buku bacaan anak secara visual sangat menarik. Sehingga saya terpikir untuk membuat sebuah platform yang berisi buku bacaan anak dengan bahasa Indonesia. Selain itu ada fakta-fakta Indonesia memiliki minat baca yang cukup rendah membuat saya semakin terdorong," kata Mayumi.

Aisha selaku co founder PiBo menerangkan misi PiBo yakni untuk meningkatkan minat baca anak, memberikan akses yang lebih bagi anak-anak. Akses di sini maksudnya karena PiBo berbasis digital jadi bisa diakses di gadget mana pun. PiBo juga memuat kearifan lokal, nilai-nilai budaya Indonesia serta konteks yang relevan sesuai dengan umur anak. Kemudian, PiBo diharapkan dapat membangun ekosistem industri buku cerita anak serta bisa mempromosikan baca menjadi hal yang menyenangkan bagi anak.


"Memang sampai kapan pun nggak akan ada yang menggantikan pengalaman 'autentik' membaca buku cetak. Aplikasi ini memang nggak bertujuan untuk menggantikan tapi lebih untuk memberikan kemudahan bagi para orang tua yang ada di era digital. Dengan PiBo, anak bisa membaca buku di mana dan kapan saja," kata Aisha dalam kesempatan yang sama.

Mayumi dan Aisha memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mendominasi buku bacaan yang ada di PiBo karena mereka menyadari semakin berkembangnya zaman anak-anak nggak terlalu diajarkan dengan bahasa ibu yaitu bahasa Indonesia. Kosakata pun semakin sedikit. Untuk itu, buku bacaan anak di PiBo kebanyakan memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar, Bun.

Mayumi menambahkan, bagi para penulis yang independen, namun belum menemukan ilustrator, PiBo bisa memfasilitasinya. Tapi, sebelum itu harus dikurasi terlebih dahulu cerita dari para penulis agar sesuai dengan visi dan misi PiBo.

Bagaimana Bun? Tertarik untuk membacakan buku untuk si kecil dari PiBo? Atau mau jadi penulis buku anak? (aci/vit)
sumber :https://www.haibunda.com

ang mereka gunakan. Mengingat zaman sekarang adalah gadget nggak mungkin bisa dipisahkan dengan kita. Video dan games adalah daya tarik utamanya," ujar Mayumi selaku founder PiBo di acara Peluncuran Platform dan Aplikasi PiBo, di Kopi Kalyan, Jakarta Selatan (20/9/2017).