Dalam Sehari, Abah Uju Bersepeda 10 Km Bawa Buku untuk Anak-anak Desa


Purwakarta - Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang perpustakaan, Ramhat Djudju Djunaedi atau Abah Uju, tetap semangat mengabdi dalam keterbatasan. Dia bersepeda sebagai sarana perpustakaan keliling.

Pensiunan mandor sadap di PTPN VIII itu sudah mengawali perpustakaan keliling sejak tahun 1988 silam. Sebelumnya, Abah Uju, berjalan kaki berkeliling sambil membawa puluhan buku untuk dibaca oleh masyarakat Kabupaten Purwakata, khususnya yang berada di Kecamatan Darangdan.

Awalnya Abah Uju berkeliling setiap hari pukul tujuh menghampiri desa-desa seperti Desa Neglasari, Desa Linggasari, Desa Sadarkarya, Desa Sawit, Desa Darangdan, Desa Depok, dan Desa Legkwaru menggunakan sepeda jenis city bike miliknya. Dia baru pulang ke rumah pada sore hari sekira pukul lima.

"Kalau sekarang hanya hari minggu saja. Kalau dulu memang setiap hari keliling, apalagi setelah pensiun tahun 2008 lalu," ucap Abah Uju saat ditemui di kediamannya Jalan Raya Darangdan-Bandung (belakang PAUD Al Hikmah), Desa Gununghejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakartan, Jumat (5/8/2016).

Setiap minggunya Abah Uju berkeliling membawa sekira 50 buku dengan cara diikat di sepeda dan dimasukan ke dalam tas. Tak kurang dari 560 pembaca setianya selalu menunggu setiap kali Abah Juju berkeliling 'menjajakan' buku miliknya.

Saat ini kebiasaan meminjamkan buku itu menurun pada anak pertamanya, Edi Rahman, yang kini telah memiliki perpustakaan umum di rumahnya di Desa Cibiru Wetan, RT 4 RW 4, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

"Awalnya buku itu ada lebih dari 15 ribu buah. Sekarang sebagian buku dibawa sama anak Abah ke rumahnya di Cileunyi," tuturnya.

Disinggung soal suka duka, Abah Uju mengaku hal itu sudah banyak dialaminya sejak tahun 1988 silam. Paling sering adalah ketika buku itu dipinjam namun tidak dikembalikan.

"Abah ibaratkan ini adalah pengabdian. Abah meminjamkan buku tanpa bayaran, tidak perlu ditulis, jadi niatnya karena Allah. Jadi kalau ada yang hilang tidak dikembalikan itu sudah biasa," ucapnya.

Saat ini selain menjalankan keseharian sebagai relawan perpustakaan keliling, Abah Uju pun mengisi waktu luangnya untuk bercocok tanam dan membuat juga mengajar suling kepada anak-anak sekitar.

Abah Uju berharap perjuangannya selama ini bisa berbuah manis dengan mengantarkan anak-anak langganannya lebih sukses dan minat baca anak-anak di Kabupaten Purwakarta meningkat.

sumber : detiknews
(try/try)