CARA TERBAIK MENGAJARAI KETERAMPILAN MEMBACA PADA ANAK‏

Rasa khawatir kerapkali datang ketika menyadari si buah hati tak begitu tertarik dengan bacaan. Sedikit rasa gemas seringkali muncul ketika anak yang diharapkan bisa belajar mandiri, malah lebih suka menonton tv. Bagaimana strategi agar aanak-anak kita bisa dengan sendirinya tumbuh kecintaan terhadap membaca? Strategi apa yang paling tepat agar tak membebani buah hati Anda? Seperti apa seharusnya kemampuan membaca yang diajarkan kepada sang anak?
Sebagai orang tua, kita pastinya menginginkan anak-anak yang bisa mandiri dalam belajar. Salah satu jalannya adalah dengan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bacaan. Meskipun harus sabar dan penuh perjuangan, anak-anak yang gemar membaca dan berwawasan luas akan sangat membanggakan Anda nantinya.
Ada dua tahap yang harus dilalui seorang anak agar ia bisa menyeraap secara sempurna segala informasi dari bacaan. Pertama-tama, anak tersebut harus suka membaca terlebih dahulu. Jika keecintaan terhadap bacaan sudah timbul, langkah selanjutnya adalah dengan mengajarinya cara membaca efektif.
Agar anak suka membaca, kita harus membuatnya yakin bahwa membaca adalah suatu kegiatan yang menyenangkan.
Penulis buku anak terkenal, Peter Corey, menyarankan salah satu kunci sukses agar suasana kegiatan membaca dapat menyenangkan adalah bacalah bersama-sama dengan anak Anda. Membaca bersama si kecil adalah kegiatan yang positif dan edukatif, karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat baca anak Anda.
Seperti yang dikutip dari femalefirst, Peter Corey juga memberikan tips lainnya untuk Anda meningkatkan minat baca untuk Anak Anda, yaitu:
1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya.
Bila Anda tidak menemukan waktu yang tepat selama satu hari penuh, maka manfaatkanlah waktu sebelum tidur untuk membaca bersama buah hati Anda. Hal ini juga membantu memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. ”Membacakan cerita mendorong perkembangan bicara dan bahasa anak. Selain itu, membantu anak-anak belajar keterampilan keaksaraan dengan cara yang menyenangkan,” kata Dr Sung Min dari Institute of Mental Health di Singapura seperti dikutip laman HealthToday. com.
2. Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca saat si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan.
Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca. ”Ketika anak-anak merasa nyaman dan santai, membaca cerita dengan suara yang keras kepada mereka dapat menurunkan tingkat stres mereka,” tulis Patti Jones dalam artikel di situs Child.com berjudul ”The Brainy Benefits of Bedtime Stories”. ”Dongeng sebelum tidur harus diceritakan dalam suasana santai,” sebut Sung.
3. Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut.
Dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah ia mengerti isi buku yang ia baca.
4. Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti nikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut.
Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar. Menurut pemerhati dan praktisi dunia anak, kreatifitas, pendidikan dan keluarga, Andi Yudha Asfandiyar, seperti yang dituangkan dalam buku Creative Parenting Today : Cara Praktis Memicu dan Memacu Kreativitas Anak Melalui Pola Asuh Kreatif. Ketika masih bayi, biarkan anak memegang, melihat bahkan menggigit buku. Beri anak kesempatan bermain-main dengan buku. selain itu ia juga menyebutkan Berikan buku-buku berilustrasi tanpa teks. Warna mencolok dan menarik akan merangsang minat untuk membaca, sekaligus membangkitkan rasa ingiin tahunya
5. Selalu memilih cerita yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak.
Bila perlu pilihlah buku cerita yang menjadi tema kesukaannya. Seperti yang tertulis dalam buku karangan Mary Leonhardt yang berjudul 99 cara Menjadikan Anak ”Keranjingan” Membaca (Penerbit Kaifa, 2000). Bila anak belum bisa membaca, berilah kebebasan pada anak utk memilih sendiri buku apa yang dia suka untuk dibacakan, ini adalah salah satu kiat untuk menjadikan anak suka buku.
6. Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang Anda ucapkan.
Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak. Bila anak Anda tidak paham dengan alur cerita, maka gunakan bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti. Orang tua tidak harus mencoba menguji kemampuan membaca anak atau memaksa anak untuk membaca materi yang sebenarnya dia tidak siap. Orang tua sebaiknya fokus untuk menikmati cerita dan berbicara dengan si anak mengenai informasi atau cerita dalam buku.
7. Jangan khawatir jika anak Anda ingin membaca buku yang sama setiap saat.
Anak-anak biasanya menikmati kegiatan pengulangan karena dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita. Patti Jones dalam artikel di situs Child.com juga menyebutkan menyebutkan, sebuah buku yang dibaca berulang-ulang dapat membantu anak mengembangkan keterampilan logikanya.
8. Berikanlah pujian kepada anak Anda yang telah berusaha untuk membaca.
Biarkan ia tahu apa kesalahannya saat membaca. Dengan begitu, ia akan semakin sempurna dalam membaca.
9. Terakhir yang amat penting agar anak suka membaca ialah orangtua juga harus rajin membaca.
Anak-anak adalah peniru yang baik, mereka akan meniru apa yang biasa dilakukan orangtuanya, jadi bila ingin anak gemar membaca maka tunjukanlah bahwa anda sebagai orangtua juga adalah pembaca yang baik, baik buku maupun media cetak lainnya. Pendeknya, orangtua harus memperlihatkan kalau membaca itu adalah kegiatan yang mengasyikkan! dengan demikian kita berharap anak kita memfotocopy perilaku ini dan mereka juga jadi suka membaca
Setelah anak mulai menyukai kegiatan membaca dan merasa “nagih” dengan bacaan, selanjutnya adalah mengajari keterampilan membaca yang tepat pada anak. Jangan sampai potensinya yang luar biasa (karena sudah suka membaca) menjadi sia-sia karena skill membaca yang salah. Meskipun di sekolah anak-anak sudah mendapatkan latihan membaca, Anda tetap perlu mendampingi proses belajar membacanya di rumah dengan cara berikut ini :
1. Memahami makna kata yang dibaca
Jangan ajarkan anak Anda dari awal untuk menghafal kata. Ajarkan ia untuk memahami makna kata yang ia baca.
2. Memahami makna istilah-istilah pada konteks kalimat
Ajak anak Anda menemukan istilah-istilah asing dalam bacaannya. Misalkan ada sebuah kata yang belum ia ketahui maknanya. Ajak anak Anda untuk memahami istilah tersebut dan berikan konteks lainnya. Karena, satu kata belum tentu sama artinya dalam konteks yang berbeda. Dengan cara ini, anak Anda akan terlatih untuk memahami bacaan sesuai konteks kalimatnya. Pasti Anda menginginkan ia seperti ini bukan?
3. Memahami inti dari sebuah kalimat yang dibaca
Setelah memahami kata demi kata, ajak anak Anda untuk memahami inti atau ide dari kalimat/paragraph yang dibacanya.
4. Paham ide/gagasan / pikiran dari penulis
Tahap selanjutnya, ajak anak Anda untuk memahami ide atau isi dari keseluruhan isi bacaan dalam kalimat yang dipahaminya. Hal ini sangat berguna untuk menguji apakah ia sudah cukup paham dengan apa yang dibacanya. Sekali lagi, kita perlu fokus pada daya pahamnya. Karena faktor inilah yang sangat dibutuhkan.
5. Membuat kesimpulan/tanggapan/komentar
Rangsang kecerdasan buah hati Anda untuk memberikan tanggapan, kesimpulan atau komentar pribadinya dalam buku nyang baru saja dibacanya. Biarkan ia dengan bebas mengemukakan semua gagasannya. Jangan disanggah. Biarkan anak Anda menjadi pembaca aktif.
6. Merangkum dengan bahasa sendiri
Setelah ia bisa memberikan tanggapan/komentarnya terhadap isi bacaan, rangsang kemampuan menulisnya dengan memintanya untuk merangkum isi bacaan tersebut. Buat prosesnya menjadi menyenangkan. Biarkan sang anak menuliskan kembali dengan bahasanya sendiri.
7. Menceritakan kembali
Terakhir, minta ia untuk menceritakan ulang apa yang sudah dibacanya. Jadilah pendengar yang baik dan tanggapi apa saja yang ia ceritakan. Lihat bagaimana kemampuan membacanya sudah bisa tumbuh sedemikian rupa.
Nah, semoga tips di atas bisa membantu Ayah Bunda untuk mengajari si kecil membaca sejak dini ya. Yuk kita biasakan budaya membaca pada anak!
Sumber bacakilat.com