Rendahnya Minat Baca Siswa

Minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih sangat rendah. 

UNESCO pada 2012 melaporkan bahwa indeks minat baca warga Indonesia baru mencapai angka 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu orang yang memiliki minat baca. Keinginan untuk meningkatkan minat membaca di kalangan peserta didik di sekolah ternyata tidak mudah mewujudkannya. Saya setuju, rendahnya minat membaca suatu bangsa akan tercermin dari rendahnya minat membaca masyarakatnya. Dan rendahnya minat membaca masyarakat dapat diukur dan dilihat dari seberapa besar minat membaca para peserta didik di sekolah. Tinggi rendahnya minat membaca siswa secara langsung akan menentukan minat membaca masyarakat sebagai stake holder sekolah itu sendiri. Inilah fakta bahwa budaya membaca itu memang belum juga ada.

Untuk melihat rendahnya minat membaca di sekolah dengan mudah dapat diukur dari daftar kunjungan siswa ke Perpustakaan sekolah sendiri. Inilah yang memprihatinkan. Ternyata sampai saat ini, terbukti tingkat kunjungan warga sekolah ke Perpustakaan Sekolah secara umum sangatlah rendah. Rata-rata siswa yang mengunjungi perpustakaan di sekolahnya tergolong kecil. Terlebih-lebih sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah. Perpusatakaan masih belum menjadi tempat yang menyenangkan. Pengunjungnya masih sangat rendah.
Mengapa minat membaca siswa begitu rendah?

1. Sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat siswa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang diajarkan dan mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan di kelas.


2. Kurangnya dorongan dari para guru agar siswa membaca secara rutin


3. Banyaknya hiburan TV dan permainan di rumah atau di luar rumah yang membuat perhatian siswa untuk menjauhi buku.


4. Sifat malas yang merajalela


5. Kurang menariknya perpustakaan sekolah bagi siswa


6. Budaya baca masih belum diwariskan oleh nenek moyang kita


7. Buku dirasakan oleh masyarakat umum sangat mahal


Solusi agar minat baca siswa meningkat adalah memotivasi siswa untuk mewujudkan minat baca yang tinggi. Selain peran serta guru dalam meningkatkan minat baca, orang tua pun berperan aktif membantu meningkatkan minat baca siswa. Dengan adanya kerja sama antara guru dan orang tua serta membuat kegiatan yang rekreatif dan edukatif diharapkan dapat membangun minat baca di kalangan siswa sekolah. Yang kedua memberikan pemahaman bahwa pentingnya membaca, dan membuat suasana perpustakaan menjadi nyaman agar siswa semakin betah di perpustakaan.

Harapan saya minat baca siswa di Indonesia bisa sejajar dengan pendidikan di negara-negara lain yang minat bacanya jauh lebih baik. Bagaimana bangsa kita bisa cerdas jika setiap pelajarnya enggan untuk membacanya. Tinggi rendahnya minat baca suatu bangsa amat menentukan kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan perkembangan suatu bangsa.

Sumber : Khairunnisa - kompasiana.com