Pilih Buku Atau Gadget?

Melihat anak-anak sibuk bermain gadget kini bukan hal yang aneh. Siapa pun kini mudah membeli gadget karena tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau. Tak ayal, keberadaan buku mulai tergeser dengan gadget. Namun, apakah gadget lebih penting bagi anak dibandingkan dengan buku?
Saat ini anak-anak usia dini sudah tak asing lagi dengan gadget. Hal ini karena orangtua telah memberi kebebasan kepada mereka untuk bermain gadget dari mulai smartphone hingga tablet. Hari-hari anak pun seolah tidak bisa dipisahkan dengan perangkat teknologi tersebut. Wajar saja jika semenjak balita, anak-anak di masa sekarang sudah melek teknologi.
Kehadiran gadget turut mengubah perilaku anak. Jika dulu ia sangat senang membaca buku cerita atau petualangan anak, kini beberapa anak lebih memilih bermain games dengan gadget. Semula, anak-anak selalu tak sabar membaca buku-buku baru dari perpustakaan atau membelinya di toko buku. Kini, aktivitas membaca tergantikan dengan bermain gadget. Akhirnya, nasib buku-bukunya tersimpan rapi di rak buku kamarnya. Sebenarnya, gadget tak melulu berdampak negatif terhadap anak karena bisa membantu mereka dalam mengakses ilmu
pengetahuan. Namun, kebanyakan anak-anak menggunakan gadget untuk keperluan bermain saja.
Tak ada salahnya mengenalkan anak pada teknologi, seperti gadget, namun sebaiknya dibatasi dalam penggunaannya. Ibu perlu mengetahui beberapa dampak buruk penggunaan gadget bagi anak, yakni sebagai berikut.

1. Anak kurang bersosialisasi 
Waktu anak kini dihabiskan di rumah sambil mengutak-utik gadget. Sementara ia jadi jarang bermain dengan teman-temannya. Hal ini tentu membuat anak jarang bergaul dan kesempatan bersosialisasinya menjadi terhambat.

2. Prestasi menurun
Bagi anak yang sudah bersekolah, kebiasaannya bermain gadget bisa menurunkan prestasinya. Bagaimana tidak, ketika anak sudah mulai kecanduan gadget, ia bisa lupa akan pekerjaan rumah yang diberikan gurunya, waktu belajarnya berkurang atau tergantikan gadget, bahkan terlambat tidur karena asyik bermain gadget. Tak ayal, nilai-nilai pelajarannya menurun dan tak konsentrasi saat pelajaran.

3. Obesitas
Anak yang cenderung anteng bermain games menggunakan gadget berisiko terkena obesitas. Terlebih, saat asyik mengutak-atik gadget, anak banyak ngemil makanan ringan yang belum tentu bagus untuk kesehatannya. Lantas, kalori tidak dibakar karena tidak dipakai bergerak, akhirnya membuatnya kelebihan berat badan. Obesitas pada anak dapat memunculkan berbagai penyakit lain yang berbahaya untuk anak, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga kolesterol.

4. Malas
Keberadaan gadget dan kemudahan akses internet akan membuat anak malas berpikir dan mencari solusi. Mereka lebih memilih jalan pintas dengan menggantungkan apa saja pada internet.

Bagaimana dengan buku? 

Buku merupakan sumber informasi, ilmu pengetahuan, dan juga hiburan. Mau belajar ilmu pengetahuan, tinggal membaca buku-buku sains, penemuan-penemuan dunia, cerita-cerita edukatif, dan lain-lain. Mau mendapatkan hiburan, tinggal memilih buku-buku bacaan, mulai dari novel anak, buku cerita bergambar, cerita petualangan, dan sebagainya. Meskipun mulai bermunculan e-book untuk memudahkan membaca buku melalui gadget, keberadaan buku tetap tidak bisa tergantikan.
Layaknya informasi yang bisa diakses melalui gadget, buku juga menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh anak. Bedanya, membaca buku harus runtut, karena informasi yang didapatkan akan berkaitan setiap halamannya. Sementara dengan internet, anak tinggal klik kata kunci tertentu, informasi yang diinginkannya akan muncul.
Kemajuan teknologi dengan adanya gadget bukan berarti harus membuat anak meninggalkan buku. Bagaimana pun, buku adalah jendela ilmu dan tidak bisa digantikan oleh gadget semahal apa pun. Dengan buku, anak akan lebih fokus membaca setiap ilmu pengetahuan maupun cerita yang diinginkannya.

Lantas, apa saja dampak membaca buku bagi anak? 

Banyak manfaat yang didapat dari membaca buku. Bahkan, bayi yang sering dibacakan buku cerita oleh orangtuanya saja akan memiliki perbendaharaan kata lebih banyak dibanding bayi yang tidak pernah dibacakan buku. Pada anak-anak yang sudah bisa membaca buku sendiri, manfaat buku adalah sebagai berikut:
* Mengenal berbagai konsep baru Banyak hal baru yang bisa diketahui anak melalui buku, mulai dari bentuk, warna, huruf, dan angka-angka.
* Melatih kemampuan berpikir Sebagai contoh ketika anak membaca buku cerita bergambar tentang hewan dan kebun binatang. Anak akan memahami isi cerita sekaligus melihat gambar.
* Meningkatkan kreativitas Sisi kreativitas anak bisa muncul usai membaca buku. Banyak buku-buku yang dapat dijadikan sumber referensi untuk mengasah keterampilan dan kreativitas anak, seperti berbagai percobaan sains, membuat craft, memasak, maupun membuat origami.
* Meningkatkan prestasi Anak yang suka membaca memiliki segudang pengetahuan yang bermanfaat dalam mendukung prestasinya.
Jadi pilih buku atau gadget untuk anak? Ibu bijak dapat memilih mana yang paling bermanfaat untuk anak. Semoga bermanfaat ya, Mam!
Sumber : ibudanmama.com