Mendongeng Dengan Tingkat Kecerdasan Anak.

Hhmm... !? zaman sekarang apa masih ada orang tua yang mau mendongeng untuk anaknya ? saya rasa tidak lagi sebanyak dulu, tapi paling tidak masih ada yang sadar akan baiknya mendongeng dan mau tentunya. Terkadang ada yang sadar tetapi tidak mau, atau mau tetapi tidak sempat karena sibuk bekerja. Jika anda mau terus membaca artikel ini maka anda akan tahu dan sadar betapa pentingnya mendongeng, jadi baca terus disini...


1. Merangsang Imajinasi
Mendongeng bukanlah pekerjaan yang tanpa arti apa - apa, dengan mendongeng kita dapat meranngsang imajinasi anak, mengajak anak untuk berfantasi ria dalam pikirannya, dan itu merangsang otak bekerja lebih aktif.

2. Meningkatkan Kecerdasan
Saat otak anak menerima, menangkap, memahami, dan menyimpannya dimemori maka otak anak akan bekerja lebih aktif dan saat itu stimulasi kecerdasan anak pun berlangsung, simpul - simpul syaraf otak semakin banyak tersambung sehingga kecerdasan anak berkembang dengan baik.
3. Menambah Perbendaharaan
Kata Saat mendongeng akan banyak kata - kata baru yang akan didengar oleh anak, mulai dari nama benda, nama binatang, nama buah, nama gedung, nama kendaraan, dan nama - nama baru lainnya. Jelaskan dengan jelas bentuk, suara, warna, dan situasi apa yang ditanyakan oleh anak.

4. Mempererat hubungan
Melalui kata - kata, pelukan, belaian, senyuman, kontak mata, ekspresi, dan lainnya akan mempererat hubungan antara anak dan orang tua, dan tentu saja menciptakan situasi yang baik untuk perkembangan mental maupun fisiknya, dengan begitu anak akan tumbuh dan berkembang jauh lebih baik.

5. Menanamkan Cinta Buku
Dengan mendongeng secara tidak langsung kita telah memperkenalkan dengan sebuah benda bernama buku, dan jika anak tertarik dengan buku karena berisi gambar berwarna - warni yang lucu dan unik tak mustahil kecintaan terhadap buku mulai tertanam.

6. Ada Pesan Moral
Didalam suatu cerita dongeng biasanya terdapat pesan moral baik yang positif maupun yang negatif, disini peran orang tua adalah menekankan kepada moral yang positif contohnya sifat penolong, baik hati, dan tidak sombong dari karakter yang ada didongeng. Dengan begitu moral positif akan terekam di otak sehingga kelak dia besar dan bergaul ia akan tahu mana yang baik dan buruk.

7. Pengetahuan Baru
Cerita dalam dongeng mengandung banyak informasi baru dan bermanfaat bagi anak seperti bagaimana sebuah mobil dapat berjalan, yaitu dengan bahan bakar minyak atau seperti apa rupanya seekor kelinci, yaitu bertelinga panjang dan berbadan kecil serta dapat berlari kencang. Untuk para orang tua aturlah waktu anda untuk membacakan dongeng bagi sibuah hati tersayang dan ciptakan keluarga yang bahagia karena anak anda tumbuh dengan baik dan cerdas.

8. Sebagai sarana untuk membangun karakter anak
Menurut Henny Supolo, pemerhati persoalan pendidikan anak, hubungan kegiatan mendongeng dengan pembentukan kepribadian anak terjadi saat anak mulai dapat mengidentifikasi tokoh. "Ketika anak ikut hanyut dalam cerita, ia segera melihat dongeng dari mata, perasaan, dan sudut pandangnya,"

9. Menstimulasi rasa ingin tahu
Dongeng yang kerahasiaan ceritanya terjaga dapat membuat anak betah berlama-lama duduk hanya karena ingin mengetahui akhir dari cerita dongeng yang mereka dengar. Rasa ingin tahu itu penting karena dapat menjadi pintu masuk ilmu pengetahuan.

10. Menstimulasi jiwa petualangan
Melalui petualangan, anak akan belajar tentang banyak hal dari lingkungan disekitarnya. Nah, kegiatan mendongeng bisa memberikan inspirasi anak untuk bertualang seperti tokoh yang ia dengar dari dongeng.

11. Anak dapat menempatkan dirinya ditengah masyarakat dengan benar.
Anak bisa memahami hal mana yang perlu ditiru dan yang tidak boleh ditiru. Hal ini akan membantu mereka dalam mengidentifikasikan diri dengan lingkungan sekitar disamping memudahkan mereka menilai dan memposisikan diri di tengah-tengah orang lain.
Semua orang ingin anaknya menjadi manusia yang unggul baik dari sisi kecerdasan. Namun, terkadang orangtua lebih banyak menekankan kecerdasan merupakan hal-hal yang
berkaitan dengan sesuatu yang berbau akademis (sekolahan). Banyak orang masih terbatas dengan konsep kecerdasan. Cerdas seharusnya tidak hanya berkaitan dalam hal akademik saja namun juga kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, kecerdasan intrapersonal dan interpersonal, kecerdasan terhadap alam (natural).
Tugas sebagai orangtua adalah memfasilitasi anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan kelebihan yang dimilikinya.

Sumber : http://www.facebook.com/Buku.Cerita.Anak