Hari Buku Anak Internasional


Sejak tahun 1967 dunia merayakan 2 April sebagai Hari Buku Anak Internasional  atau International Children's Book Day (ICBD). Indonesia pun menjadi peserta di pameran buku anak terbesar dunia, Bologna Children’s Book Fair di Bologna, Italia, pada 30 Maret-2 April 2015. Penerbit dari sejumlah negara tertarik membeli hak cipta buku-buku Indonesia maupun membeli langsung buku cetak.
Penerbit Semerkand dari Turki misalnya, membeli buku pembelajaran bahasa Arab terbitan Kesaint Blanc. “Mereka tertarik membeli langsung buku Have Fun with Arabic sebanyak 5.000 eksemplar,” kata Laura Prinsloo, Direktur Utama penerbit Kesaint Blanc. Adapula penerbit Arab Saudi yang membeli 15.000 pembelajaran bahasa Mandarin dan Spanyol dari penerbit Kesaint Blanc.
NavNeet, penerbit buku edukasi dari India juga menyatakan ketertarikan pada tiga buku karya Arleen Amidjaja, penulis buku anak Indonesia, yang telah menerbitkan 220 buku anak di lebih dari 20 penerbit Indonesia. Bukunya yang diminati yaitu Financial Intelligence for Kids, The Story of Days, dan The Books of Bunnies. Sementara itu Edition Bracklo dari Jerman tertarik pada beberapa judul buku karya Murti Bunanta. Jarir Bookstore, penerbit dan toko buku dari Saudi Arabia juga tertarik pada  buku I Love You Mom, I Love You Dad karya Arleen Amidjaja
Selain buku pembelajaran bahasa, penerbit Turki dan penerbit Perancis biasanya tertarik buku-buku anak Islam. Sedangkan penerbit Jerman biasanya lebih tertarik dengan buku anak cerita rakyat (folklore).
Stan Indonesia di Bologna Children Book Fair juga selalu ramai oleh pengunjung. Salah satu daya tariknya adalah totem yang dibuat oleh Christiawan Lie dan Sweta Kartika, dua ilustrator dari Indonesia. Tak heran, sebab karya kedua ilustrator tersebut telah banyak diakui kalangan internasional. Novel grafis karya Chris Lie, Return to Labyrinth, pernah menduduki peringkat keempat dalam daftar manga best seller di New York Times sepanjang 2009-2011. Sedangkan Sweta Kartika adalah illustrator dan komikus yang aktif memperkenalkan seni tradisi nusantara ke dunia internasional.
Selain buku cetak, delegasi Indonesia juga menggelar talk show mengenai konten digital yang diwakili oleh PesonaEdu. PesonaEdu  telah menghasilkan 2,000 simulasi interaktif dan animasi mengenai pendidikan yang telah digunakan di 12,000 sekolah dasar dan menengah di 30 negara.
Ini adalah pertama kalinya Indonesia memiliki stan di Bologna Children’s Book Fair. Indonesia diwakili  dua penulis buku anak yang sangat produktif yaitu Arleen Amidjaja dan Clara Ng, dan dua illustrator muda yang penuh kreativitas yaitu Sweta Kartika dan Christiawan Lie. Sejak hari pertama, stan Indonesia selalu dipenuhi pengunjung, yang bahkan kerap rela duduk di karpet karena kursi yang disediakan telah penuh. Hal ini merupakan kabar menggembirakan karena menjadi salah satu indikator semakin dikenalnya Indonesia oleh pebisnis dan peminat buku internasional, mengingat Indonesia akan menjadi Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman, pada 13-18 Oktober 2015.
Bologna Children’s Book Fair adalah pameran buku anak-anak paling terkemuka di dunia dengan 1.200 peserta dari lebih dari 70 negara setiap tahunnya. Hal terpenting dalam pameran ini adalah kehadiran para ilustrator utama internasional, serta pameran ilustrasi yang didedikasikan untuk negara tertentu. Kroasia adalah Tamu Kehormatan di BCBF 2015. Arti penting pameran ini diperkuat dengan penganugerahan penghargaan internasional Bologna Ragazzi Award, yang sering menjadi batu loncatan menuju bisnis yang sukses bagi penerbit kecil yang kurang dikenal. (Desliana Maulipaksi)