Mengajak Anak Cinta Membaca

Apa yang orangtua perlu lakukan ?
Untuk dapat menikmati buku, bukan hanya bisa membaca, namun juga perlu menikmati proses membaca. Menikmati proses membaca bahkan bisa dibilang lebih penting dibandingkan sekadar bisa membaca. Anak yang lancar membaca namun tak suka membaca, kemungkinan lebih memilih melakukan hal lain, misalnya bermain games di gadget, yang terus terang lebih banyak rugi daripada untungnya.
Supaya anak suka membaca, tentu saja proses membaca perlu dibuat semenyenangkan mungkin. Tunjukkan wajah senang Anda ketika membaca bersama anak. Tak hanya lewat buku, kita juga dapat memperkenalkan proses membaca dengan menunjukkan berbagai bacaan di sekitar kita, mulai dari plang nama jalan, nama gedung, uang, tulisan di depan ruang dokter, dan di manapun Anda menemukan kata-kata yang dapat dibaca. Namun yang tak kalah penting adalah mengenalkan proses membaca ini sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Kapan dimulai ?
Sedini mungkin! Bahkan ketika si kecil masih di dalam kandungan, Anda bisa membacakannya cerita. Ini merupakan stimulasi dini sekaligus bonding ibu dan anak. Lalu, dilanjutkan saat ia bayi. Buku untuk bayi biasanya terbuat dari bahan yang tidak mudah rusak seperti kain, busa, plastik, atau karton tebal. Jumlah halamannya sedikit, tiap halamannya terdiri dari gambar yang sederhana dan cukup besar ukurannya. Hanya ada beberapa kata saja tertulis di tiap halaman. Perlihatkan kepada bayi bagaimana cara membuka buku ini, membalik halamannya dari kiri ke kanan, memperhatikan gambar-gambarnya, memperhatikan warnanya. Bebaskan ia membanting dan menggigitnya (pengecualian untuk busa/karton yang bisa basah).
Buku seperti apa ?
Buku batita pun terbuat dari bahan yang sama seperti buku bayi, atau terbuat dari karton tipis. Bedanya, jumlah kata dalam tiap halaman bisa lebih banyak, bahkan berupa kalimat. Namun tetap membutuhkan gambar besar dalam tiap halamannya. Buku balita bisa memiliki gambar yang lebih kecil, dengan beberapa kalimat di dalam tiap halamannya. Bahan bukunya pun sudah berupa kertas. Memang sih kertas lebih mudah robek, namun justru perlu karena anak perlu mengasah ketrampilan jari-jarinya untuk membuka lembaran buku.

Ini dia manfaat dan caranya
Supaya menyenangkan, kenalkan apapun manfaat dari membaca. Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat membaca dan cara memperkenalkannya.
  1. Untuk mengetahui informasi baru. Sebelum membuka buku bersama anak, tanya siapa nama tokoh yang ada di sampulnya. Anak mungkin menggeleng karena tak tahu. Buka halamannya, tunjukkan tulisan yang menyebutkan nama tokoh tersebut kepada anak. Cara ini juga bisa dilakukan untuk jenis bacaan apapun di manapun, misalnya ketika mengajak anak ke kantor, anak bisa diajak membaca tulisan apapun yang ada di kantor.
  2. Untuk meningkatkan keterampilan berbahasa. Awalnya dari mendengar, dilanjutkan dengan mengucap, akan diteruskan dengan proses membaca lalu menulis. Bacakan cerita dengan intonasi yang tepat, agar anak mengenal kata-kata, jarak/spasi antar kata, struktur kalimat, ataupun penggunaan tanda baca. Kepada anak yang sudah bisa berbicara, sesekali tanyakan apa yang baru saja dibaca, agar anak belajar mengungkapkan apa yang diketahuinya.
  3. Untuk menikmati cerita. Ajak anak memilih buku yang ingin dibacanya. Pilih tempat membaca yang nyaman, anak boleh minta dipangku atau duduk bersebelahan. Perlihatkan gambar dan tulisan di buku tersebut untuk menarik perhatiannya.
  4. Semakin menikmati proses membaca. Sudah rahasia umum kalau anak suka sekali mengulang cerita yang sama terus-menerus. Membaca berulang memberikan pemahaman semakin dalam tentang bacaan tersebut kepada anak. Apalagi kalau Anda (walaupun merasa bosan) membacakannya lagi dengan tetap riang, anak akan merasa disayang, sehingga menganggap membaca itu menyenangkan sekali.
Sumber : anakku.net